Kamis, 06 Oktober 2016

Filsafat Pendidikan Matematika



MATEMATIKA DALAM ILMU PENGETAHUAN
IMAM AL-GHAZALI


Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad al-Tusi al-Shafi’i al-Ghazali (Imam Al-Ghazali) lahir tahun 1058 A.D. di Khorasan, Iran. Ayahnya meninggal pada saat dia masih sangat muda, namun dia mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di sekolah dengan kurikulum yang bagus di Nishapur dan Baghdad. Segera setelah itu, dia menerima penghargaan di bidang agama dan filsafat dan ditunjuk sebagai professor pada Universitas Nizamiyah di Baghdad, yang terkenal sebagai institusi pendidikan yang bergengsi pada jaman keemasan sejarah Islam.

Menurut Imam Al-Ghazali, ilmu itu terdiri dari tiga jenis, yaitu ilmu sebagai proses, yakni ilmu yang ditangkap oleh pancaindra, ilmu akal dan ilmu laduni. Yang dimaksud ilmu sebagai proses adalah bahwa ilmu senantiasa dicapai melalui pengalaman pancaindra, tetapi hasilnya sangat subjektif.
Pandangan Imam Al-Ghazali tentang kedudukan ilmu bagi manusia, berbeda dengan pandangan Barat dengan paradigma humanistiknya. Imam Al-Ghazali berpandangan bahwa ilmu pada esensinya adalah alat untuk mengetahui kebesaran Tuhan (ma’rifatullah), sehingga keyakinan yang tunjukkan kepada Tuhan menjadi keyakinan yang rasional dan serasi dengan ilmu-ilmu ilahiah. Adapun ilmu dalam paradigma Barat ditemukan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mempermudah manusia melakukan kepentingan dan memenuhi kebutuhannya.
Ilmu pengetahuan terbukti telah membedakan martabat manusia dan derajatnya di mata Tuhan. Bagi orang-orang Islam, Tuhan akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat. Itu artinya, ilmu pengetahuanbenar-benar akan membedakan antara yang bodoh dengan yang pintar. Hajat manusia akan ilmu pengetahuan disebabkan dua hal mendasar yaitu:
a.       Ilmu sebagai petunjuk ke jalan yang lebih baik dalam kehidupan manusia di segala sektor dan aspek.
b.      Ilmu sebagai alat untukmempermudah jalan hidup manusia dalam menghadapi masalah.

Karya Imam Al-Ghazali yang utama pada bidang agama, filsafat, dan sufi. Dalam bidang filsafat, percaya bahwa pendekatan matematika dan ilmu pasti adalah benar. Namun, beliau menggunakan logika Aristotelian dan prosedur Neoplatonis, serta menggunakan keduanya untuk mengungkap kelemahan-kelemahan dan kekosongan dalam filsafat Neoplatonis dan untuk menghilangkan pengaruh negatif dari Aristotelianisme dan rasionalisme yang berlebihan. Sebagai kontras dengan beberapa filsuf Islam lainnya, misalnya, Farabi, dia menggambarkan ketidakmampuan akal untuk mencerna yang mutlak dan tak terhingga. Akal tidak mampu mentransformasikan segala yang terhingga dan terbatas menjadi suatu pengamatan yang relatif. Demikian pula, beberapa filsuf Islam berpendapat bahwa jagad raya ini terbatas dalam ruang tetapi tak terbatas dalam waktu. berpendapat bahwa ketakterhinggaan waktu mempunyai korelasi dengan ketakterhinggaan ruang. Dengan kejernihan dan kekuatan argumennya, dia berhasil menciptakan keseimbangan antara agama dan akal, dan mengidentifikasi kawasannya sebagai tak terhingga dan terhingga.

Dalam Iḥyā ditegaskannya bahwa filsafat dibagi dalam empat bagian yaitu: pertama, geometri dan aritmetika (handasah dan ḥisāb), dibolehkan untuk mempelajarinya kecuali ketika ia sudah melangkah menuju ilmu-ilmu tercela sebagaimana dijelaskannya dalam Tahāfut; kedua, ilmu logika (manṭiq) yang boleh dipelajari bahkan menjadi bagian dari ilmu kalam dan digunakan dalam uṣūl al-fiqḥ; ketiga, metafisika (ilāhiyāt) yang merupakan juga bagian dari ilmu kalam tetapi sebagiannya menyimpang dan harus ditolak; keempat, ilmu alam (ṭabiʿiyyāt) sebagiannya menyimpang tetapi kajian terhadap sifat-sifat materi (kajian terhadap sifat-sifat khas fisik benda-benda) dapat diterima.
Karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum pandangan Imām al-Ghazālī adalah menerima ilmu-ilmu rasional seperti matematika, logika dan sains selama ia tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama, dan kadar untuk mempelajari ilmu-ilmu ini disesuaikan dengan keperluan masyarakat saat itu.




Refrensi :


Picture : Google.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar