PERSEPSI NEGATIF TENTANG MATEMATIKA
Salah
satu yang menjadi problem setiap orang dalam mempelajari matematika ialah
adanya persepsi yang menyatakan bahwa pelajaran matematika itu adalah pelajaran
yang menakutkan,sehingga kurang disenangi, dan kerap dianggap sangat krusial.
Siswa akan takut duluan jika menghadapi pelajaran ini. Dan mungkin jika kita berbicara tentang matematika mungkin ibarat membicarakan sebuah “monster” yang menakutkan. Hal ini menjadikan matematika laksana “Moster” yang mesti di takuti dan malas untuk dipelajari.
Siswa akan takut duluan jika menghadapi pelajaran ini. Dan mungkin jika kita berbicara tentang matematika mungkin ibarat membicarakan sebuah “monster” yang menakutkan. Hal ini menjadikan matematika laksana “Moster” yang mesti di takuti dan malas untuk dipelajari.
Fakta
menunjukkan, tidak sedikit siswa sekolah yang masih menganggap matematika
adalah Pelajaran yang bikin “stress”, membuat pikiran bingung, menghabiskan
waktu dan cenderung hanya mengotak-atik rumus yang tidak berguna dalam
kehidupan, ilmu hafalan dari sekian banyak rumus, selalu berhubungan dengan
kecepatan menghitung, ilmu abstrak dan tidak berhubungan dengan realita, serta
ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif. Akibatnya, matematika
dipandang sebagai ilmu yang tidak perlu dipelajari dan dapat diabaikan.
Anggapan-anggapan
tersebut adalah pendapat yang menyesatkan mengenai matematika. Anggapan salah
ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan
tidak menyukai matematika. Akibatnya, mayoritas pelajar mendapat nilai buruk
untuk bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal
sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah mendapat nilai yang bagus.
Anggapan yang menyatakan
Matematika adalah ilmu yang sangat sukar, membuat hanya sedikit orang atau
siswa dengan IQ minimal tertentu yang mampu memahaminya
Ini jelas menyesatkan. Meski bukan ilmu yang termudah, matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif mudah jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Selain itu, anggapan matematika itu adalah pelajaran yang menakutkan, karna mereka fikir matematika adalah ilmu hafalan dari sekian banyak rumus. Sehinngga membuat siswa malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang matematika. Padahal, sejatinya matematika bukanlah ilmu menghafal rumus, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Kerap juga banyak orang brpendapat bahwa matematika hanya selalu berhubungan dengan kecepatan menghitung. Memang, berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika. Jika permasalahan (soal) sudah tersaji dalam bentuk persamaan matematika, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, anggapan yang lebih tepat adalah matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.
Ini jelas menyesatkan. Meski bukan ilmu yang termudah, matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif mudah jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Selain itu, anggapan matematika itu adalah pelajaran yang menakutkan, karna mereka fikir matematika adalah ilmu hafalan dari sekian banyak rumus. Sehinngga membuat siswa malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang matematika. Padahal, sejatinya matematika bukanlah ilmu menghafal rumus, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Kerap juga banyak orang brpendapat bahwa matematika hanya selalu berhubungan dengan kecepatan menghitung. Memang, berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika. Jika permasalahan (soal) sudah tersaji dalam bentuk persamaan matematika, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, anggapan yang lebih tepat adalah matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.
Ada
juga yang menyatakan bahwa matematika adalah ilmu abstrak dan tidak berhubungan
dengan realita.anggapan ini ini jelas-jelas salah kaprah, sebab fakta
menunjukkan bahwa matematika sangat realistis. Dalam arti, matematika merupakan
bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh Robot cerdas yang mampu
berpikir berisikan program yang disebut sistem pakar yang didasarkan kepada
konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang dan konsep GPS
juga dilandaskan kepada konsep model matematika, goneometri, dan kalkulus.
Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi dan bahkan sosial, matematika
berperan secara signifikan dan Hampir semua teori-teori ekonomi dan perbankan
modern diciptakan melalui matematika. selain itu anggapan yang membuat
matematika adalah ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif, jelas
keliru. Meski jawaban matematika terasa eksak lantaran solusinya tunggal, tidak
berarti matematika kaku dan membosankan. Walau jawaban hanya satu cara atau
metode menyelesaikan soal matematika sebenarnya boleh bermacam-macam.Sebagai
contoh, untuk mencari solusi dari dua buah persamaan, dapat digunakan tiga cara
yaitu, metode subtitusi, eliminasi, dan grafik. Selain tidak membosankan,
matematika juga rekreatif dan menyenangkan.
Albert
Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke-20, menyatakan bahwa matematika adalah
senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat
terkenal tersebut. Menurut Einstein, dia menyukai matematika ketika pamannya
menjelaskan bahwa prosedur kerja matematika mirip dengan cara kerja detektif,
sebuah lakon yang sangat disukainya sejak kecil. Matematika adalah ilmu yang
mudah dan menyenangkan. Karena itu, siapa pun mampu mempelajarinya dengan baik.
Daftar Pustaka :
http://anamariana07.blogspot.co.id/2009/12/indahnya-matematika.html
https://id.scribd.com/doc/22533890/mengubah-persepsi-buruk-terhadap-matematika-ridho-setiadihttp://anamariana07.blogspot.co.id/2009/12/indahnya-matematika.html
Gambar : Google.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar