Rabu, 07 Desember 2016

Peranan Matematika

PENTINGNYA  MATEMATIKA 



Definisi Matematika tidaklah semudah yang dibayangkan. Matematika memiliki peran yang sangat penting, tidaklah mungkin bagi seseorang untuk hidup dibagian bumi ini pada abad ke-20 ini tanpa sedikitpun memanfaatkan matematika. Sejak lama matematika dikenal sebagai saringan bagi para siswa. Meskipun demikian, tidak sedikit siswa yang tidak berhasil mempelajarinya. Mengingat begitu pentingnya matematika maka tidak seharusnya ia tidak hanya berperan sebagai ‘saringan’ namun ia harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar para siswa kita dapat bersaing dengan warga bangsa lain. 
Matematika didasarkan pada kumpulan aksioma yang kebenarannya tidak perlu dibuktikan. Jika dibandingkan dengan teorema IPA, teorema matematika jauh lebih pasti dan lebih kokoh karena ada faktor pembuktian secara deduktif. Di samping itu, ada tuntutan yang makin keras bahwa pembelajaran matematika di kelas tidak seharusnya selalu deduktif namun sebaiknya dimulai secara induktif.   
Beberapa kompetensi yang disarankan para pakar di antaranya adalah para siswa
harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, penalaran dan pembuktian, katerkaitan, komunikasi, dan representasi. Sejalan dengan itu, tujuan pembelajaran matematika yang ditetapkan Depdiknas sudah sesuai dengan kecenderungan terbaru, yang meliputi :


     1.    memahami konsep matematika.
     2.    menggunakan penalaran.
     3.    memecahkan masalah.
     4.    mengomunikasikan gagasan, dan
     5.    memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
 Beberapa kesimpulan di atas, Menjadi keharusan para guru matematika untuk memfasilitasi siswanya agar mereka dapat meningkatkan kemampuan berpikirnya. Namun
mengubah kebiasaan guru ke arah yang dituntut kurikulun tidaklah mudah. Pembelajaran matematika seperti yang dituntut kurikulum tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan jika soal-soal pada ujian tidak menunjangnya. Alasannya, ke arah mana soal ujian menuju, ke arah situlah proses pembelajarannya. Soal-soal TIMSS dan PISA seharusnya dapat dijadikan acuan penyusunan soal ujian yang lebih kontekstual.


Daftar Pustaka / Rujukan :
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar