APA ARTI MATEMATIKA??
Apakah matematika itu? Matematika itu ilmu pasti, matematika
itu adalah bahasa simbol, matematika itu adalah bahasa numerik, matematika itu
berpikir logis / berlogika, matematika itu kuantitas dan besaran, matematika itu
ilmu tentang bilangan dan ruang, matematika itu ilmu yang melalui pemikiran
manusia, dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat
antara para matematikawan apa yang dimaksud matematika. Seperti yang dikatakan
Abraham S. Lunchis dan Edith N. Lunchis (1973) “apakah matematika itu? Dapat
dijawab secara berbeda-beda tergantung pada bila mana pernyataan itu dijawab,
dimana dijawabnya, siapa yang menjawabnya, dan apa sajakah yang dipandang
termasuk matematika.
Secara
umum matematika itu meliputi: aljabar, geometri aritmetika dan statistika. 4
hal itu yang mendasari pengertian matematika. Sebagaimana James (1976) dalam
kamus matematikanya dia mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika
mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu
dengan yang lainya dengan jumlah yang banyak yang terbagi kedalam tiga bidang,
yaitu aljabar, analisis dan geometri. Namun pembagian yang jelas sangatlah
sukar untuk dibuat sebab cabang-cabang itu semakin bercampur. Sebagai contoh,
adanya pendapat yang menyatakan bahwa matematika timbul karena pikiran-pikiran
manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran yang terbagi menjadi
4 wawasan yang luas, yaitu aritmetika, aljabar, geometri dan analisis dengan
aritmetika mencakup teori bilangan dan statistika.
Matematika
terbentuk hasil pemikiran manusia yang behubungan dengan ide, proses dan
penalaran (Ruseffendi ET, 1980 : 143). Matematika tumbuh dan berkembang karena
proses berpikir atau bernalar. Oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya
matematika. Pada permulaanya cabang-cabang matematika yang ditemukan adalah
aritmetika atau berhitung, aljabar dan geometri. Setelah itu ditemukan kalkulus
yang berfungsi sebagai tonggak penopang terbentuknya cabang matematika baru
yang lebih kompleks, anatar lain Statistika, Topologi, aljabar (Linier,
Abstrak, Himpunan) Geometri (sistem geometri, geometri linier),analisis vektor
dn lain-lain
Matematika dikenal sebagai ilmu
deduktif, karena proses mencari kebenaran (generalisasi) dalam matematika
berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan yang lain. Metode
pencarian kebenaran yang dipakai adalah metode deduktif, tidak dapat dengan
cara induktif. Pada ilmu pengetahuan alam adalah metode induktif dan
eksperimen. Walaupun dalam matematika mencari kebenaran itu dapat dimulai
dengan cara induktif, tetapi seterusnya generalisasi yang benar untuk semua
keadaan harus dapat dibuktikan dengan cara deduktif. Dalam matematika suatu
generalisasi dari sifat, teori atau dalil itu dapat diterima kebenarannya
sesudah dibuktikan secara deduktif.
Berikut adalah beberapa contoh
pembuktian dalil atau generalisasi pada matematika. Dalil atau generalisasi
berikut dibenarkan dalam matematika karena sudah dapat dibuktikan secara deduktif.
1. Bilangan ganjil ditambah bilangan
ganjil adalah bilangan genap.
2. Jumlah ketiga sudut dalam sebuah
segitiga sama dengan 180º
Dalil-dalil
dan rumus matematika itu ditentukan secara induktif (eksperimen), tetapi begitu
suatu dalil ditemukan maka generalisasi itu harus dibuktikan kebenarannya
secara deduktif.
Matematika adalah bahasa simbol karena
matematika terdiri dari simbol-simbol yang
padat arti dan berlaku secara universal (umum). Matematika
disebut ratunya ilmu karena matematika merupakan alat dan pelayan ilmu yang
lain. Kegunaan matematika :
a)
Matematika
sebagai ilmu yang lain, misal pada biologi, fisika dan lain-lain.
b)
Matematika
dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misal pada perdagangan,
pengukuran, ramalan / perkiraan, statistika, dan sebagainya.
Refrensi Buku :
- Herman, H.
(1990). Strategi Belajar Matematika, Malang : IKIP Malang.
- Erman
Suherman, dkk. (2001).Common Text Book; Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : JICA-UPI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar