LOGIKA MATEMATIKA DALAM SURAT AL-ASHR
Dengan memahami logika matematika dan dasar keagamaan yang benar akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT. Sebagai contoh misalnya bagi siswa Sekolah Menengah yang sedang mempelajari logika matematika pada pembahasan konjungsi dapat menggunakan hafalan surat-surat pendek misalnya Qur’an surat Al Ashr yang berbunyi:
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Jika kita telaah ayat tersebut dengan menggunakan
hukum logika matematika bahwa konjungsi dari dua pernyataan akan bernilai
logik benar jika nilai kebenaran dari kedua pernyataan tersebut benar.
Perhatikan tabel berikut :
p
|
q
|
p ^ q
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
Jika dikaji secara lebih mendalam dari ayat di
atas, sesuai dengan hukum konjungsi, Jika hanya beriman saja tanpa beramal
sholeh maka masih berada dalam kerugian, atau sebaliknya jika beramal sholeh
saja tanpa beriman, kitapun tetap dalam kerugian, apalagi jika tidak melakukan
kedua-duanya, maka jelaslah akan berada dalam kerugian yang besar.
Orang
seperti ini pasti benar-benar berada dalam kerugian. Sama halnya dengan
saudara-saudara kita yang asyik terlena dalam nina-bobo syaitan. Lihatlah,
bagaimana para anak muda menghabiskan waktunya di depan teve, bermain game,
play station, browsing internet dan lain-lain. Mereka telah membuang waktu dan
tanpa sadar telah “disembelih” olehnya. Pepatah Arab mengatakan, waktu laksana
pedang, bila engkau tak menggunakannya, ia akan memotong usiamu.
Akan tetapi, Jika kita beriman dan beramal sholeh, maka kita tidak akan berada dalam kerugian. Sebab,
Allah swt kemudian memberikan pengecualian kepada sekelompok lainnya. Ia
berfirman :
“kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati
supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”
Pengecualian itu diberikan
kepada kelompok orang yang beriman. Allah swt memberikan suatu pra-syarat
tentang kelompok ini. Yaitu mereka yang berbuat baik, saling nasihat menasihati
dalam kebenaran dan kesabaran. Dengan kata lain, seorang yang mengaku beriman,
tak cukup dengan hanya deklarasi pada dirinya sendiri namun dibutuhkan suatu
tindakan nyata dengan amal saleh.
Keimanan adalah keyakinan besar
sedangkan beramal sholeh adalah tindakan nyata dalam keimanan itu. Iman
berfungsi untuk memberikan pengaruh positif dalam menunaikan kewajiban yang
berhubungan dengan harta benda, mengakui kesalahan dan bersedia menerima
hukuman, menegakkan hukuman, dan memelihara amanah, perintah dan keadilan,
perniagaan, dan hubungan sehari-hari serta dalam menolong dan mengutamakan
kawan. Amal sholeh ditempatkan pada urutan kedua setelah kita beriman. Amal
sholeh adalah perbuatan yang dianggap baik oleh manusia sesuai dengan fitrahnya
untuk membedakan yang baik dan yang buruk.
Daftar Pustaka :











